" ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLOHI WABAROKATUH " AHLAN WASAHLAN WA MARHABAN/ SELAMAT DATANG DI BLOG PON-PES RIYADLUL ULUM WADDA'WAH CONDONG TASIKMALAYA"


Selasa, 21 Juni 2011

Dubes Brunei Resmikan Gedung

Tasikmalaya (ANTARA News) - Kedutaan Besar Brunei Darussalam meresmikan dua bangunan Pondok Pesantren Riyadlum Ulum Wadda'wah Condong dan pesantren Miftahul Huda III di Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis, yang sebelumnya rusak akibat guncangan gempa Tasikmalaya.

Duta Besar Brunei Darusalam. Brigadir Jenderal Paduka Mahmud Haji Saidin, menjelaskan bahwa peresmian bangunan itu merupakan wujud bantuan dari rakyat Brunei Darusalam kepada pesantren yang mengalami kerusakan akibat bencana 2 September 2009.

Bantuan itu, menurut Mahmud, merupakan kepedulian rakyat Brunei Darussalam kepada bangsa Indonesia, diantaranya masyarakat Kota Tasikmalaya yang mengalami musibah bencana gempa bumi.

Kedubes Brunei Darussalam, kata Mahmud, telah menunjuk langsung Konsultan Properti tahun 2010 untuk mengelola kucuran dana hibah dari masyarakat Brunei Darussalam khusus bencana di Kota Tasikmalaya.

Bantuan tersebut dijelaskannya, fokus pada upaya membangun kembali gedung pondok pesantren di Kota Tasikmalaya yang hancur, sehingga dengan kondisi bangunan baru aktivitas belajar keagamaan kembali normal.

Dana yang dikucurkan untuk membangun pesantren di Kota Tasikmalaya itu, kata Mahmud sepenuhnya dari rakyat dan pemerintah Brunei Darusalam terbagi untuk Pesantren Riyadlum Ulum Wadda'wah Condong senilai 72,500 dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp645 juta, dan pesantren Miftahul Huda senilai 48.900 dolar AS atau setara Rp427.734.000.

Dana bantuan bagi daerah yang terkena bencana alam di Indonesia, kata Mahmud, bukan hanya dikucurkan bagi Kota Tasikmalaya saja, melainkan juga di sejumlah kota lain yang terkena bencana, seperti Padang, Bengkulu dan Banda Aceh.

Wali Kota Tasikmalaya, Syarif Hidayat, yang ikut menyaksikan peresmian pesantren tersebut mengatakan bersyukur adanya bantuan dari pemerintah Brunei Darusalam.

"Kita ucapkan terima atas bantuan dari Negara Brunei Darussalam kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya dengan membantu membangun pesantren," katanya menambahkan. (*)

Selasa, 14 Juni 2011

Pendidikan Karakter di Pesantren Lebih Baik dari Sekolah Umum

Tasikmalaya- Pendidikan karakter di pesantren itu lebih baik dibanding dengan pendidikan karakter di sekolah umum. Hal itu diungkapkan Prof Dr Sofyan Sauri MPd guru besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, dalam Seminar Nasional Pendidikan dan Pelatihan Hypno Teaching dengan tema Pendidikan Karakter Berbasis Pesantren yang diadakan di SMA Terpadu Riyadlul ‘Ulum, kemarin.
Pesantren menurut Sofyan, merupakan tempat pendidikan tertua yang punya banyak manfaat serta pengaruh. Kesuksesan ini terjadi mengingat pendidikan karakter yang diajarkan di pesantren benar-benar mampu dilaksanakan dengan baik. Sebagai contoh, lanjut Sofyan, nilai kedisiplinan yang ada di pesantern lebih tinggi dibanding di sekolah biasa. “Santri di pesantren disiplin dalam berbagai hal dan mereka sangat menuruti perkataan guru dan kiainya. Hal ini perlu kita pelajari dengan baik agar kita mampu menerapkan kedisiplinan di pesantren pada sekolah umum,” ungkapnya pada Radar usai kegiatan.
Dalam seminar, Sofyan mengungkapkan bagaimana cara agar nilai-nilai yang menjadi tradisi pesantren dapat dikembangkan dalam pendidikan karakter di sekolah umum. “Karakter pesantren yang cukup bagus perlu disebarkan ke masyarakat luas,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk pendidikan umum sendiri, Sofyan juga mengacungi jempol atas keberhasilan para pengajar dalam menyampaikan materi. Namun ia merasa pendidikan umum saat ini lebih menekankan pada keotakan bukan pada hati. “Siswa dijejali pengetahuan tapi hatinya kurang di manage, akibatnya lahir manusia yang memiliki kemampuan intelektual namun tidak diimbangi oleh ahlak dan budi pekerti yang luhur,” ungkapnya. Untuk mengimbangi antara kecerdasan intelektual dan ahlak, Sofyan mengaku perlu adanya kerjasama tiga pilar yang sangat penting dalam pendidikan yaitu para ulama, pemerintah dan masyarakat.
Dengan memiliki pendidikan karakter serta ahlak yang baik, Sofyan optimis pendidikan di Indonesia dapat berkembang dengan baik. “Pondasi dari pendidikan itu ahlak yang baik. Jika guru dan siswa bisa memiliki kepribadian yang baik, tidak akan sulit untuk meraih kesuksesan,” jelasnya.
Dalam seminar kemarin, hadir juga Kepala Badan Akreditasi Sekolah dan Madrasah Provinsi Jawa Barat Prof Dr Djam’an Satori MA, Dr Adnin Armas, Dr Nirwan Syafrin dan tim psikologi Grahita Indonesia.
Sementara itu, menurut Asep Ridwan SPd ketua pelaksana kegiatan mengungkapkan, seminar nasional yang dihadiri 300 orang peserta terdiri dari kepala sekolah, pimpinan pesantren, guru dan dosen tersebut bertujuan untuk memberitahu peserta cara mengajarkan pendidikan karakter yang ada di pesantren agar diterapkan di sekolah. “Tidak hanya kedisiplinan, namun dalam pendidikan di pesantren kami mendidik santri agar memiliki ahlak yang baik seperti kesopanan, kesederhanaan, kepatuhan serta yang terpenting pendidikan iman dan takwa,” pungkasnya. (rst)
Sumber: Radar Tasikmalaya
Kamis, 26 Mei 2011

Milad Pesantren

TASYAKUR MILAD SATU ABAD DAN SEPULUH TAHUN SISTEM KETERPADUAN
Acara-acara:
1. Pekan Literasi Pelajar Se-Priangan Timur
2. Temu Penulis Nasional A. Fuadi
3. Launching Film 'Hidup Sekali Hiduplah yang Berarti'
4. Seminar Nasional Pendidikan Karakter
5. Pelatihan Hypno-Teaching
6. Khitanan Massal
7. Silaturahim Nasional Alumni
8. Expo Pendidikan

Kunjungan Walikota


Walikota Tasikmalaya Drs. H. Syarif Hidayat, M.Si menghadiri acara peringatan maulid Nabi Muhammad SAW 1431 H serta pengajian bulanan rutin wali murid Pondok Pesantren Riyadlul ‘Ulum Wadda’wah pada hari Ahad [8/3] di kampus PPRUW. Acara ini dihadiri oleh ratusan wali murid dan jajaran Muspika kecamatan Cibeureum.
Dalam sambutannya, bapak walikota memberikan pujian kepada PPRUW yang telah berkontribusi dalam memajukan pendidikan umat dengan menyelenggarakan program pendidikan terpadu yang menekankan tujuan pendidikannya pada pendidikan moral dan akhlak.
Tausyiah diberikan oleh KH. Dudung Akasah [mantan ketua MUI Kota Tasikmalaya]. Beliau menegaskan kembali hakikat di balik peringatan maulid Nabi Muhammad SAW dan implementasinya di era globalisasi.
Selesai acara, walikota menyerahkan paket bantuan sebesar Rp. 10 juta kepada pihak pondok pesantren.

Ujian Nasional SMP-SMA

Santri dan santriwati kelas XII dan kelas IX SMP-SMA Terpadu Pondok Pesantren Riyadlul ‘Ulum Wadda’wah berturut-turut mengikuti Ujian Nasional dari hari Senin-Jumat, 22-26 Maret 2010 dan hari Senin-Kamis, 29 Maret-1 April 2010. Mata pelajaran yang diujikan untuk SMA meliputi Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Kimia, Fisika, Biologi, Geografi, Ekonomi/Akutansi dan Sosiologi. Sedangkan untuk SMP meliputi Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan IPA.
Adapan kegiatan pasca UN yang akan dihadapi oleh  santri akhir kelas XII SMA-T, disamping mempersiapkan diri menuju perguruan tinggi mereka juga akan mengikuti kegiatan-kegiatan seperti Ujian Sekolah, Ujian Pesantren, Ujian Praktek, Praktek Mengajar, Pembekalan Intensif, dll. Hal ini dimaksudkan untuk membekali para calon alumni agar siap menghadapi medan juang setelah menamatkan pendidikan di pondok tercinta.
Sedangkan kegiatan santri kelas IX SMP-T akan difokuskan untuk mengkaji kitab kuning secara marathon sampai masa tahun ajaran berakhir.

English Drama Contest

Santri Condong punya hajatan. Kali ini mereka mengadakan acara English Drama Contest 2010, yang merupakan ajang penampilan kemampuan bahasa Inggris santri Condong melalui drama berbahasa Inggris. Acara yang berlangsung dari hari Kamis s.d Jum’at, 25-26 Maret 2010 ini diadakan di aula I’anah Tholibin Lt.II.
Setiap perwakilan kelas dari kelas 1 sampai 4 menunjukan kebolehan mereka dalam bercas-cis-cus bahasa Inggris. Untuk tahun ini, rata-rata peserta mengambil genre komedi dan perang. Tampil sebagai juara umum untuk tahun ini kelas 2A (putra) dan kelas 4A (Putri).

Kunjungan Dubes Brunei

Condong- Keluarga Besar Pondok Pesantren Riyadlul ‘Ulum Wadda’wah menerima kunjungan kehormatan dari Duta Besar Kerajaan Brunei Darussalam, Datuk Mahmud Haji Sayidin dan Walikota Tasikmalaya, Drs. H. Syarif Hidayat, M.Si pada hari Senin, (19/04) kemarin. Kedatangan Dubes Kerajaan Brunei Darussalam ini dalam rangka peninjauan dampak gempa yang melanda Tasikmalaya 2 September silam dan distribusi bantuan kemanusiaan dari rakyat Brunei.
Pimpinan Pondok Pesantren Riyadlul ‘Ulum Wadda’wah, dalam hal ini diwakili oleh wakil pimpinan, K. Diding Darul Falah dalam sambutannya mengatakan bahwa gempa Tasikmalaya 2 September lalu meluluhlantahkan satu asrama dan merusak beberapa bangunan kelas dan asrama. Untuk proses rekoveri, pesantren membutuhkan lebih dari Rp. 1 Milyar.
Sementara Datuk Mahmud Haji Sayidin menjelaskan bahwa maksud dan tujuan kedatangan beliau beserta stafnya untuk melihat secara langsung kondisi kerusakan akibat gempa di Indonesia dan memberikan bantuan hasil sumbangan dari rakyat Brunei Darussalam “Kami akan membagi uang inisiatif dari hasil kutipan rakyat  Brunei yang akan diberikan sebahagian pada publik Indonesia khususnya kemarin ke Padang dan sekarang Kota Tasikmalaya, sebahagian lagi pada publik Fhilipina yang terkena puting beliung” katanya dengan logat melayu.
Datuk menambahkan dana yang akan diberikan totalnya 70 ribu US dolar (+700 Juta Rupiah), nanti setelah melakukan kunjungan kelokasi akan dibuat rekomendasi ke Pemerintah Brunei dan setelah dana cair, pelaksanaannya akan dilakukan oleh kontraktor yang menandatangani kontrak dengan Pemerintah Brunei Darussalam.
“Bangunan yang dibuat nanti harus memenuhi standar keselamatan yang pelaksanaannya nanti kita akan buat kontrak dengan kontraktor serta dari masa kemasa kita akan melakukan lawatan” imbuhnya.

Tarbiyah ‘Amaliyah 2010

Condong – Dalam rangka membekali santri dan santriwati akhir SMA Terpadu PPRUW teori dan praktek mengajar, Bagian Pengajaran mengadakan acara Tarbiyah ‘Amaliyah yang merupakan acara tahunan bagi santri akhir PPRUW. Acara ini diadakan selama 7 hari (1-8 Mei 2010) dan diikuti oleh seluruh santri akhir.
Acara dimulai dengan pemberian teori mengajar selama 4 hari yang meliputi materi-materi seperti:  profesi keguruan, strategi pembelajaran, penyusunan RPP sampai penulisan naqdut-tadris (supervisi pengajaran), dll. Pemberi materi berasal dari guru-guru senior PPRUW yang telah berpengalaman dalam hal belajar mengajar baik secara praktis maupun teoritis.
Acara dilanjutkan dengan praktek mengajar perdana yang untuk tahun ini diamanatkan kepada M. Abdul Gani (Bandung) dan Ratna R. Na’im (Tasikmalaya).

Pelantikan Penggalang dan Penegak

Condong- Nahnu Kasyaf wa Lakinna Muslim. Gerakan pramuka adalah salah satu esktra kurikuler wajib yang ada di PPRUW. Pekan ini, Gerakan Pramuka Pondok Pesantren Riyadlul ‘Ulum Wadda’wah mengadakan acara pelantikan bagi pramuka penegak yang diadakan pada Jum’at-Sabtu (29-30/4) dan pramuka penggalang pada Jum’at-Sabtu (6-7/5) kemarin.
Bertempat di TMP Kota Tasikmalaya, pelantikan pramuka penegak diikuti oleh lebih dari 150 santri. Mereka diuji mentalitas dan pengetahuan tentang kepramukaan. Sedangkan untuk pramuka penggalang dilaksanakan di sekitar kampus PPRUW.

SMP Terpadu Sabet Gelar Runner-Up

Pada hari Sabtu (8/5) dua kontingen santri dan santriwati SMP-T PPRUW membawa pulang gelar runner-up dan juara III pada Lomba Cerdas Cermat (LCC) se-Priangan Timur yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Ar-Risalah Cijantung Ciamis. Materi LCC meliputi Matematika, IPA, IPS dan pengetahuan agama Islam. Pada event kali ini, kontingen putra yang diketuai oleh M. Nurussalam (Kab. Tasikmalaya) dan kontingen putri yang dipimpin oleh Wina (Ciamis) berhasil mengalahkan pesaing-pesaingnya di babak penyisihan sebelum keduanya dapat dikalahkan oleh SMP Terpadu Darul Huda Banjar. Selain itu, PPRUW juga mengirimkan kontingen nasyid pada lomba nasyid se-Priangan Timur di tempat yang sama dan pengumumannya akan dirilis minggu depan pada acara pembagian hadiah.

Workshop KTSP 2010

Untuk mempersiapkan tahun ajaran baru, SMP-SMA Terpadu PPRUW mengadakan acara Workshop KTSP yang diselenggarakan dari hari Senin-Selasa, 5-6 Juli 2010. Acara ini dihadiri oleh seluruh asatidz semua bidang pelajaran di lingkungan PPRUW.
Adapun materi kegiatan meliputi: penjabaran visi, misi dan tujuan sekolah, kebijakan sekolah tentang implementasi KTSP, sosialisasi SSN, integrasi nilai-nilai Islam dalam pelajaran kauniah, evaluasi dan pengembangan silabus dan RPP, evaluasi dan penentuan KKM.

Pekan Perkenalan Khutabatul ‘Arsy 2010

Liburan telah usai. Taman ilmu kembali bergemuruh setelah ditinggalkan rehat oleh santri-santrinya selama 2 minggu. Namun mereka kini mendapatkan teman-teman baru. Yah, santri-santri baru ikut meriuhkan gemerlap Riyadlul ‘Ulum di tahun ajaran baru ini.
Hari pertama pertemuan kakak dan adik diisi dengan persiapan apel tahunan. Mereka latihan baris-berbaris menurut konsulatnya masing-masing dibimbing oleh kakak kelas 6 dan ustadz pembimbing. Mereka tidak ingin konsulat mereka menjadi konsulat yang disematkan ‘terjelek’ ketika apel tahunan nanti.
Tiba saatnya ‘hari besar’ itu datang. Hari Senin, 20 Juli santri-santri Riyadlul ‘Ulum berderet rapih di lapangan utama. Mereka bersiap-siap untuk mengikuti acara apel tahunan yang dimaksudkan untuk merapatkan barisan dalam menghadapi tahun ajaran baru. Dalam apel tahunan yang dihadiri oleh seluruh warga pondok, perwakilan pimpinan yang diwakili oleh Bapak Kepala SMA, Drs. Mahmud Farid menyiratkan bahwa dalam menyongsong tahun ajaran baru setiap warga pondok harus memberikan yang terbaik bagi kejayaan pondok.
Setelah itu, seluruh santri Condong berpawai ria ke kampung sebelah. Mereka berbaris rapi per konsulat diiringi dengan tabuhan drumband yang megah. Mereka seakan ingin menunjukan bahwa inilah kami Santri Condong, calon-calon pemimpin ummat.
Lalu datanglah saatnya masa ‘indoktrinisasi’ oleh pimpinan-pimpinan pondok. Santri Condong mendapatkan wejangan-wejangan serta arahan-arahan dari dewan kyai tentang 5w + 1H pondok dalam rententan kuliah umum Babak 1,2,3, 4 dan 5. Mereka diperkenalkan lebih jauh kemana mereka akan melangkah selama studi di pondok ini.
Rententan pekan perkenala ini masih terus berjalan. Kini para santri masih memfokuskan diri pada acara maha besar ‘Panggung Gembira 2010′. Acara ini dimaksudkan juga sebagai penutup Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy tahun ini.

Condong Rajai Gladi Tangkas

Kontingen Pramuka dari Pondok Pesantren Riyadlul ‘Ulum Wadda’wah Condong menyabet juara umum pada lomba gladi tangkas yang diselenggarakan oleh Kwarcab Kota Tasikmalaya pada hari Sabtu (7/8) kemarin. Kontingen putri meraih juara pertama sedangkan kontingen putra mendapatkan posisi kedua sehingga secara keseluruhan kontingen PPRUW meraih tropi juara umum. Untuk tahun ini, karena kontingen PPRUW telah menjadi juara umum untuk yang ketiga kalinya maka tropi juara umum bergilir menjadi tropi tetap.
Keesokan harinya, kontingen SMA Terpadu PPRUW mengikuti lomba triangle yang juga diselenggarakan oleh Kwarcab Kota Tasikmalaya. Kali ini kontingen putra mendapat tiga piala berupa juara 1 LKBB, juara 3 senam komando, juara 3 pioneering. Sedangkan tim putri hanya mendapat tropi juara 3 senam koomando.

Kursus Pers dan Jurnalistik II

Untuk memasyarakatkan budaya menulis di kalangan santri PPRUW, Nahdlatut-Thullab Group, sebuah organisasi santri bidang kepenulisan, mengadakan Kursus Pers dan Jurnalistik II pada 13 Ramadhan 1431 kemarin. Kegiatan yang bertempat di Aula I’anah Tholibin menghadirkan Crew dari Radar Tasikmalaya dan Bapak Drs. Asep M. Tamam, M.Ag, penulis yang juga dosen IAIC Cipasung Tasikmalaya.
Lebih dari 150 peserta tingkat SMP dan SMA antusias mengikuti acara ini. Mereka mendapatkan teori-teori dasar jurnalistik seperti menulis berita, feature, artikel, wawancara dan penerbitan majalah. Selain itu, acara dilanjutkan dengan pengumuman perekrutan crew baru Nahdlatut-Thullab Group.
Nahdlatut-Thullab Group sendiri adalah ekstra kurikuler yang memfokuskan diri pada pengembangan budaya menulis santri. Saat ini Nahdlatut-Thullab Group mengelola 3 media: ente-news, ente-zone dan ente-magz.

Kuliah Perdana Sekolah Tinggi

Mahasiswa-Guru Sekolah Tinggi Pesantren Terpadu Pondok Pesantren Riyadlul ‘Ulum Wadda’wah mengikuti perkuliahan perdana Kamis (30/9) kemarin di Gedung I’anah. Adapun yang bertindak sebagai pemateri adalah Dr. Agus Mulyana, M.Hum, ketua STPT Pondok Pesantren Riyadlul ‘Ulum Wadda’wah. Selain itu, seluruh staf jajaran STPT juga menghadiri acara kuliah perdana ini.
Dalam perkuliahannya, Dr. Agus Mulyana, M.Hum, memaparkan tentang pendidikan tingkat tinggi berikut sejarahnya. Selain itu, beliau menerangkan tentang visi, misi, tujuan serta profil dari sekolah tinggi yang baru berdiri ini.
Mahasiswa STPT sebagian besar berasal dari guru-guru pengabdian di PPRW. Di samping kuliah, mereka juga memiliki tanggungjawab lain seperti, bimbingan anak, pengelolaan unit usaha, pengelolaan KBM, dll. Diharapkan setelah mengikuti perkuliahan selama 4 tahun, mereka bisa menjadi ulama yang tafaquh fi-din dan juga turut andil dalam menyejahterakan masyarakat.

300 Santri Ikut Pekan Literasi Pelajar

TASIK – Pondok Pesantren Riyadlul Ulum Wadda’wah Condong Cibeureum Kota Tasikmalaya menggelar Pekan Literasi Pelajar 2011, kemarin. Kegiatannya; launching buku Hidup Sekali Hiduplah yang Berarti karya santri pesantren setempat, pelatihan jurnalistik dan saresehan sastra. Peserta yang ikut sebanyak 300 pelajar madrasah tsanawiah dan madrasah aliyah se-Priangan Timur.
Menurut ketua panitia Lena Sa’yati, kegiatan ini merupakan pertama kalinya diadakan oleh para santri. “Di pesantren kami ada ekstrakulikuler jurnalistik dan perkumpulan pecinta sastra yang bernama klub Mata Pena. Dengan adanya kedua ekskul ini kami memutuskan untuk mengadakan pekan literasi ini agar para santri bisa mengetahui lebih dalam tentang dunia tulis menulis,” ujar panitia ini.
Lanjut Lena, dari tahun ke tahun animo santri terhadap dunia literasi semakin meningkat. Selain bisa menerbitkan buku karya sendiri, mereka juga senang menghias mading pesantren dengan berbagai karya tulis dan kaligrafi. Ia mengaku para santri memiliki keseriusan yang tinggi untuk mempelajari karya tulis. “Santri-santri tidak pantang menyerah. Mereka semangat untuk membuat buku kehidupan pesantren. Dalam pembuatan buku ini, santri berupaya sendiri dari mulai penyusunan, penyetakan serta penerbitannya,” jelas wanita muda ini.
Sebelum menerbitkan buku, para santri di pesantren ini juga sudah sering membuat buletin dengan nama Bulu Mata. “Pekan literasi ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas menulis santri-santri. Kami sengaja mengundang Bapak M Irfan Hidayatullah dari Forum Lingkar Pena (FLP) agar bisa memberikan materi terbaik pada kami sebab FLP merupakan forum sastra terbesar di Indonesia,” jelasnya.
Lena berharap, dengan adanya buku karya para santri ini, masyarakat bisa mengetahui kehidupan pesantren yang sebenarnya. “Imej yang ada di masyarakat itu bahwa kehidupan pesantren sangat membosankan. Hanya mempelajari agama saja padahal di pesantren kami tidak hanya mempelajari agama tapi juga pelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler lainnya seperti pramuka, PMR, tata boga dan lain-lain,” katanya.
Ia juga menambahkan, dengan memiliki kemampuan literasi diharapkan santri bisa melakukan dakwah melalui tulisan. “Kami belajar untuk menuangkan inspirasi untuk berdakwah melalui tulisan,” jelas santri senior yang akrab disapa ustadzah ini.
Sumber: Radar Tasikmalaya
Senin, 14 Maret 2011

Film Santri Diputar di Pesantren

TASIK – Sekitar 300 santri menyaksikan pemutaran perdana film  tentang kehidupan santri, kemarin di Pondok pesantren Riadlul Ulum Wadda’wah, Condong, Cibeureum, Kota Tasikmalaya.
Wakil ketua pelaksana acara, Lena Sayati (18) mengungkapkan film  yang di-launching-nya berjudul Hidup Sekali Hidup Yang Berarti (HSHYB) .
Lanjut dia, film tersebut merupakan hasil kreasi dari santri pesantren dan  komunitas penulis Mata Pena.

Film Hidup Sekali Hidup Yang Berarti  menceritakn kehidupan santri yang ada di sebuah pondok pesantren. Diceritakan santri-santri di pesantren tersebut tiap hari harus menggunakan bahasa Inggris dan Arab, bagi yang melanggar akan mendapatkan hukuman digantungi papan tulis di lehernya yang bertuliskan  pelanggar peraturan bahasa yang ditulis dalam bahasa Inggris.
Lena berharap film HSHYB bisa menjadi cerminan bagi seluruh santri pondok pesantren agar mematuhi aturan. Sedangkan dari sisi lainnya, lanjutnya santri dapat berkreasi dalam bentuk multimedia, meskipun, dalam kehidupan sehari-hari. ”Saya berharap film ini masuk box office,” ungkap Lena pada Radar.
Sumber: Radar Tasikmalaya
Senin, 9 Mei 2011

Yudisium Siswa Akhir Angkatan 4

TASIKMALAYA (17/5) SMA Terpadu Riyadlul ‘Ulum Condong mengadakan acara yudisium untuk siswa akhir. Terdiri dari 75 siswa, nama mereka dipanggil satu persatu berdasarkan klasifikasi nilainya. Klasifikasi terdiri dari empat panggilan. Setelah mendapat surat keputusan, mereka memasuki ruangan yang telah ditentukan untuk diberikan taujihat dan irsyadatdari Kepala Sekolah, Komite dan tokoh pesantren. Di sana mereka dibekali nasihat-nasihat agar siap menghadapi dunia luar kelak. Baru setelah itu mereka diperkenankan untuk membuka amplop kelulusan.
Berbeda dari sekolah-sekolah pada umumnya, siswa akhir SMA Terpadu Riyadlul ‘Ulum Condong mewarnai acara yudisium dengan melaksanakan sujud syukur bersama selepas membuka amplop kelulusan. Setelah itu mereka menyalami guru-guru yang juga ikut hadir dalam acara yudisium tersebut. Acara berlangsung secara khidmat tanpa ada acara hura-hura, hiburan atau jalan-jalan bersama. Di sekolah berbasis pondok pesantren ini memang sangat konsen terhadap pembinaan karakter siswa. Sesuai dengan visi misinya untuk mencetak generasi ahli fikir dan zikir, juga melahirkan kader bangsa yang berakhlakul karimah dan berwawasan ilmiah. Semoga acara yudisium seperti ini dapat menjadi contoh untuk sekolah-sekolah lainnya. (Lena)

Pendaftaran SMP Terpadu Ditutup

Dengan terpenuhinya kuota santri baru SMP Terpadu Pondok Pesantren Riyadlul-’Ulum Wadda’wah yaitu sebanyak 28o orang, pendaftaran SMP Terpadu telah ditutup pada Ahad (29/5). Hal ini seperti yang dipaparkan oleh al-Ustadz Eris Herianto sebagai staf Penerimaan Santri Baru Tahun Pelajaran 2011/2012 kepada redaksi Condong Online.
Seyogyanya, pendaftaran santri baru akan ditutup pada gelombang ketiga Juni mendatang, namun karena kuota telah terpenuhi pada gelombang kedua, terpaksa pendaftaran ditutup lebih dini. Adapun bagi yang telah lulus pada ujian gelombang dua akan dilaksanakan kumpulan orang tua pada Selasa (31/5) bertempat di Gedung I’anah Lt. 2 untuk pengarahan registrasi ulang.
Adapun pendaftaran untuk SMA Terpadu masih terbuka sampai gelombang ketiga.